PAREPARE — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Senggol, Kota Parepare, dilaporkan berangsur stabil menjelang akhir bulan. Kondisi ini menjadi kabar melegakan bagi warga setelah beberapa waktu sebelumnya sejumlah komoditas, terutama cabai dan beras, sempat mengalami kenaikan yang membebani pengeluaran rumah tangga.

Pasar Senggol yang berada di kawasan pinggir pantai Jalan Sultan Hasanuddin merupakan salah satu pusat perdagangan kebutuhan harian terbesar di Parepare. Di pasar ini, warga membeli beragam komoditas mulai dari beras, gula, minyak goreng, sayur-mayur, bawang, cabai, hingga ikan dan ayam.

Para pedagang menuturkan, harga cabai merah yang sebelumnya melonjak tajam kini perlahan turun seiring pasokan dari daerah produsen yang kembali lancar. Demikian pula harga beras medium yang sempat merangkak naik, kini cenderung bertahan dan tidak lagi mengalami kenaikan signifikan.

Pasokan Lancar Tekan Harga

Stabilnya harga ditengarai berkat membaiknya pasokan dari sentra pertanian di wilayah Ajatappareng, seperti panen padi yang berlangsung di kabupaten sekitar. Kelancaran distribusi dari daerah pemasok ke pasar di Parepare turut menjaga ketersediaan barang sehingga harga tidak meliar.

"Beberapa pekan lalu cabai sempat mahal sekali karena stok sedikit. Sekarang barang sudah lebih banyak masuk, jadi harganya mulai turun dan pembeli juga tidak terlalu mengeluh lagi," ujar seorang pedagang sembako di Pasar Senggol.

Meski demikian, sejumlah ibu rumah tangga berharap kestabilan ini dapat bertahan, mengingat harga kebutuhan pokok sangat memengaruhi anggaran belanja harian keluarga. Mereka mengaku tetap berhati-hati mengatur pengeluaran karena beberapa komoditas seperti bawang masih tergolong tinggi.

Pemerintah Kota Parepare melalui dinas terkait menyatakan akan terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional. Salah satu langkah yang rutin dijalankan adalah penyelenggaraan pasar murah secara berkala yang berpindah dari satu kelurahan ke kelurahan lain, untuk membantu warga memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Fluktuasi harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang memang menjadi tantangan klasik di banyak daerah, termasuk Parepare. Komoditas ini sangat sensitif terhadap cuaca dan kelancaran distribusi. Ketika curah hujan tinggi atau pasokan dari sentra produksi terganggu, harga bisa melonjak tajam dalam hitungan hari, lalu kembali turun begitu pasokan normal.

Pedagang di Pasar Senggol juga menyebut pola belanja masyarakat ikut memengaruhi pergerakan harga. Menjelang awal bulan, ketika daya beli umumnya meningkat, permintaan cenderung naik. Sebaliknya, pada akhir bulan, transaksi melambat sehingga sebagian pedagang menyesuaikan harga agar barang dagangan tetap terserap pasar.

Sejumlah pembeli berharap pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan operasi pasar murah, tetapi juga memperkuat rantai pasok dari daerah produsen ke pasar. Penguatan kerja sama antardaerah di kawasan Ajatappareng dinilai dapat menjaga ketersediaan barang sekaligus menstabilkan harga dalam jangka panjang, sehingga gejolak harga musiman dapat ditekan.

Dengan pasokan yang stabil dan pengawasan yang berjalan, pemerintah daerah berharap harga kebutuhan pokok di Parepare tetap terkendali. Kestabilan harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi di tingkat pasar rakyat.