PINRANG, WartaMadani – Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan AG. Prof. Dr. KH. Hamzah Harun Al Rasyid, MA., menekankan pentingnya menjaga empat bentuk persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan hikmah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pinrang di Aula Pondok Pesantren Mazra'atul Akhirah Baramuli, Selasa (20/10/2026).
Maulid mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW: Menjadikan Aswaja An-Nahdliyah sebagai Suluh Peradaban Demi Kemaslahatan Bangsa dan Negara.” Kegiatan dihadiri Bupati Pinrang yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pinrang, H. Abdul Rahman Mahmud, unsur Forkopimda, serta warga Nahdliyin dari berbagai wilayah.
Empat Ukhuwah untuk Memperkuat Kehidupan Bersama
Dalam hikmahnya, KH. Hamzah Harun menjelaskan empat bentuk persaudaraan yang perlu terus dibangun dan dipelihara, yakni ukhuwah nasabiyah, ukhuwah imaniyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Ukhuwah nasabiyah merupakan persaudaraan yang terjalin karena hubungan darah atau keturunan. Ia mengingatkan agar hubungan dengan saudara dan keluarga terus dijaga serta dirawat sehingga tetap harmonis.
Sementara ukhuwah imaniyah merupakan persaudaraan yang dilandasi kesamaan iman dan keyakinan agama. Ikatan tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menguatkan, dan membantu dalam kebaikan.
Adapun ukhuwah wathaniyah merupakan persaudaraan sesama warga bangsa Indonesia. Perbedaan latar belakang, kata dia, tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang baik sebagai sesama anak bangsa.
“Penting kita bina ukhuwah wathaniyah. Kita sama-sama bangsa Indonesia, sehingga wajib memperbaiki hubungan sesama anak bangsa,” tegasnya.
Kasih Sayang Menjadi Bagian Keteladanan
Bentuk persaudaraan keempat adalah ukhuwah insaniyah, yakni persaudaraan atas dasar kemanusiaan. Setiap manusia, tanpa memandang latar belakangnya, harus dihormati dan diperlakukan secara bermartabat.
KH. Hamzah Harun menegaskan, keempat bentuk ukhuwah tersebut tidak cukup berhenti sebagai konsep dalam forum keagamaan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
“Ciptakan kedamaian dan wujudkan kepedulian kepada sesama sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang kita miliki,” tuturnya.
Ia juga mengajak warga menumbuhkan rasa kasih sayang atau melleperru kepada siapa pun. Sikap penuh kasih, kepedulian, dan penghormatan kepada sesama dinilai menjadi bagian dari keteladanan akhlak Rasulullah SAW.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dilakukan melalui peringatan Maulid, tetapi juga dengan menjaga persaudaraan, menghindari permusuhan, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Suasana religius semakin terasa ketika Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang H. Muhammad Idris Usman memimpin lantunan doa. Doa tersebut memohon tuntunan dan kekuatan bagi keluarga besar PCNU Pinrang dalam membangun umat, merawat tradisi, dan menegakkan kebenaran.
Doa juga dipanjatkan untuk keberkahan Kabupaten Pinrang agar senantiasa dianugerahi kesejahteraan, hasil bumi yang melimpah, serta kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Peringatan Maulid tersebut turut dirangkaikan dengan pelantikan sejumlah pengurus lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Pinrang oleh Ketua PCNU Pinrang, Ansyar, untuk masa khidmah 2023–2028.
Lembaga yang dilantik meliputi Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Pinrang, Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Pinrang, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pinrang, serta Lakpesdam NU Kabupaten Pinrang.
Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peran PCNU Pinrang dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat.
Melalui peringatan Maulid dan penguatan lembaga tersebut, PCNU Pinrang menegaskan pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah SAW, persaudaraan, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
