PAREPARE — Sebanyak 130 guru madrasah se-Kota Parepare mengikuti workshop yang tidak hanya membahas Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan Artificial Intelligence (AI), tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan penyusunan modul ajar, Rabu (9/9/2026).
Workshop Implementasi dan Integrasi Pembelajaran Mendalam, KBC, dan Pemanfaatan AI tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Parepare. Kegiatan menjadi ruang penguatan kompetensi guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pendidikan dan teknologi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna.
Workshop menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Dr. H. Irfan Daming, S.Ag., M.Pd., yang sekaligus membuka kegiatan dan menyampaikan materi. Narasumber lainnya yakni Dr. Mas’ud B., M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah Parepare, serta Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Dr. H. Syaiful Mahsan, M.Si.
Turut hadir Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Parepare, Prof. Dr. Sriyanti Mustafa, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare.
Guru Didorong Terus Mengembangkan Kompetensi
Dalam sambutan sekaligus penyampaian materinya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Dr. H. Irfan Daming, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai bentuk tanggung jawab profesional pendidik.
Menurutnya, workshop bukan sekadar ruang untuk menunjukkan kemampuan yang telah dimiliki, tetapi menjadi kesempatan bagi guru untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan memperkuat tanggung jawab sebagai pendidik.
“Di sini kita hadir bukan sekadar untuk menunjukkan apa yang telah kita miliki, tetapi untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat tanggung jawab sebagai guru,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa guru harus terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Parepare, Prof. Dr. Sriyanti Mustafa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pentingnya penerapan Pembelajaran Mendalam dan integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, pembelajaran perlu terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar guru mampu menghadirkan proses belajar yang inovatif, bermakna, dan tetap membangun karakter peserta didik.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Parepare dan MGMP Madrasah Aliyah Kota Parepare. Menurutnya, kerja sama seperti ini perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di madrasah.
AI Menjadi Alat Bantu Pembelajaran
Dalam workshop tersebut, Dr. Mas’ud B., M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah Parepare, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses pembelajaran.
Menurutnya, AI dapat membantu guru dalam berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari penyusunan bahan ajar, pengembangan modul ajar, hingga perencanaan aktivitas pembelajaran.
Namun, AI tetap tidak menggantikan peran guru karena guru menjadi pengarah utama dalam menentukan tujuan dan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Dr. H. Syaiful Mahsan, M.Si., menyampaikan materi terkait regulasi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam.
Ia menekankan bahwa implementasi kedua pendekatan tersebut perlu didukung dengan perangkat pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai KBC dan prinsip Pembelajaran Mendalam.
Untuk menunjang pembelajaran, guru juga dapat memanfaatkan berbagai media digital interaktif seperti quizzes, Mentimeter, Kahoot, dan platform lainnya agar proses belajar menjadi lebih menarik, aktif, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Peserta Praktik Menyusun Modul Ajar
Setelah memperoleh pemaparan materi, peserta kemudian melakukan praktik penyusunan modul ajar sebagai bentuk penerapan konsep yang telah dipelajari.
Beberapa guru perwakilan mata pelajaran juga mempresentasikan hasil penyusunan modul ajar tersebut.
Melalui praktik ini, peserta memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, dan pemanfaatan teknologi ke dalam pembelajaran di madrasah.
Rangkaian workshop ditutup dengan pengisian angket kepuasan peserta, penyerahan sertifikat kepada pemateri dan peserta secara simbolis, serta sesi foto bersama.
Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kompetensi guru madrasah se-Kota Parepare dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih inovatif, bermakna, dan berlandaskan nilai-nilai cinta. (*)
