Luwu Utara — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Luwu Utara patut berbangga karena menjadi perangkat daerah pertama di Luwu Utara yang melakukan kegiatan di bantaran sungai Masamba pascabencana banjir bandang pada Juli 2020 silam.

Langkah perdana tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kemping Wisata dan Festival Gami Gami yang diikuti seluruh perangkat daerah lingkup Pemda Luwu Utara. Acara ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu hingga Minggu, 29 - 30 Agustus 2026.

Inisiatif pemanfaatan kembali kawasan tersebut oleh Disporapar mendapat apresiasi dari Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim. Menurutnya, langkah Disporapar sangat tepat untuk memantik instansi lain agar kembali memanfaatkan kawasan bantaran sungai Masamba.

“Hari ini, Disporapar sudah memulai dan memprakarsai menggunakan bantaran sungai ini sebagai lokasi kegiatan. Semoga akan dicontohi Perangkat Daerah lain, masyarakat, dan organisasi lainnya untuk menggunakan lokasi ini dengan baik," ujar Bupati Andi Abdullah Rahim.

Guna mengubah kawasan ini menjadi magnet pariwisata baru yang representatif, Bupati meminta agar area bantaran sungai Masamba ini bisa segera dibenahi secara bertahap. Hal ini penting agar kawasan ini makin menarik bagi instansi yang ingin menggelar aktivitas.

“Saya minta nanti lokasi ini bisa segera dibenahi karena pasti akan makin menarik orang untuk menggunakannya sebagai tempat aktivitas untuk berekreasi. Bahkan nanti ke depan ada aktivitas ekonomi, budaya, bahkan olahraga juga dilakukan di sini,” tambahnya.

Dikatakannya, bantaran sungai Masamba yang terletak di jantung ibu kota Masamba bisa menjadi episentrum pariwisata yang berkembang di masa-masa mendatang. “Saya rasa sungai Masamba ini bisa menjadi episentrum untuk menarik orang datang ke sini,” imbuhnya. 

Asalkan, lanjut dia, kawasan bantaran sungai ini bisa dibenahi dan ditata lebih baik lagi, sehingga tampak cantik dan indah dipandang. “Tempat ini jika ditata dengan baik bisa menjadi magnet, karena lokasinya di tengah kota, dan ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya.

Melalui momentum Kemping Wisata dan Festival Gami Gami ini, Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi titik tolak kebangkitan sektor pariwisata serta sosial-ekonomi masyarakat lokal di daerah berjuluk Bumi La Maranginan ini. (LHr)