Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian kegiatan Bali Jagadhita VII Tahun 2026 dengan capaian yang menggembirakan bagi sektor pariwisata kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Forum ini mencatat potensi kesepakatan bisnis hingga Rp6,9 triliun, sebuah angka yang dinilai mencerminkan pulihnya gairah investasi di Bali dan sekitarnya.

Rangkaian acara yang dibuka pada awal Juni 2026 di Denpasar tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni perdagangan, pariwisata, dan investasi. Pendekatan terpadu ini dirancang untuk mendorong ekonomi daerah yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, tidak sekadar mengejar volume kunjungan wisatawan.

Pertemukan Investor Global dengan Proyek Daerah

Salah satu agenda inti, Bali Investment Forum 2026, mempertemukan sejumlah pemilik proyek dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan 35 calon investor internasional, termasuk perwakilan dari sejumlah negara sahabat. Dalam forum tersebut ditawarkan 22 proyek investasi strategis yang tersebar di Bali, NTB, dan NTT.

Sementara itu, ajang Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 turut menyumbang capaian besar dengan menghadirkan ratusan pembeli dari puluhan negara serta ratusan penjual dari berbagai daerah di Indonesia. Pertemuan bisnis inilah yang menjadi penyumbang utama potensi transaksi senilai triliunan rupiah tersebut.

"Kami ingin pariwisata Bali dan Nusa Tenggara tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan, memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal, bukan sekadar mengejar angka kunjungan," demikian semangat yang diusung penyelenggara forum.

Penguatan UMKM dan Ekonomi Lokal

Selain forum investasi berskala besar, Bank Indonesia juga menggandeng perbankan untuk menggelar sosialisasi produk pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini disertai edukasi penggunaan QRIS serta penguatan pelindungan konsumen, sebagai upaya memastikan pertumbuhan ekonomi turut dinikmati pelaku usaha kecil.

Capaian forum ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Bali yang tengah mematangkan konsep pariwisata berkelanjutan dan berdaya saing. Bali yang kembali menyabet predikat sebagai salah satu destinasi terbaik dunia berupaya menyeimbangkan antara daya tarik wisata dan kelestarian lingkungan serta budaya.

Dengan keterlibatan provinsi tetangga seperti NTB dan NTT, forum ini diharapkan memperluas pemerataan manfaat pariwisata ke luar Pulau Bali. Para pelaku usaha berharap potensi kesepakatan yang tercatat dapat segera direalisasikan menjadi investasi nyata yang membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah dalam jangka panjang.