PINRANG, WartaMadani — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan dan pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan pelatihan Shopee Affiliate bertajuk “Cara Cepat Dapat Cuan” di Aula Kantor Kemenag Pinrang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan diikuti pengurus dan anggota DWP Kemenag Pinrang dengan menghadirkan Irfan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kabupaten Bantaeng sebagai pemateri.
Pelatihan tersebut memberikan wawasan mengenai peluang memperoleh penghasilan melalui pemasaran produk secara digital. Peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar Shopee Affiliate, mulai dari mengenal program afiliasi, memilih produk yang sesuai, membuat konten promosi, hingga membagikan tautan produk melalui media sosial.
Ketua DWP Kemenag Kabupaten Pinrang, Asriyati Amaliyah Idris, mendorong para anggota untuk terus meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta memanfaatkan peluang yang tersedia di era digital.
Menurutnya, keterampilan digital dapat menjadi bekal bagi perempuan untuk lebih produktif sekaligus berkontribusi dalam mendukung perekonomian keluarga.
Pelatihan Dorong Keterampilan Digital Anggota DWP
Dalam pemaparannya, Irfan menjelaskan pentingnya kreativitas dan konsistensi dalam menjalankan pemasaran digital. Pemahaman tersebut diharapkan membantu peserta mengenali potensi platform daring sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas produktif.
Pelatihan ini juga menjadi kesempatan bagi anggota DWP untuk mengikuti perkembangan ekonomi digital sekaligus menggali potensi diri melalui pemanfaatan teknologi secara bijak dan produktif.
Selain menambah pengetahuan, pertemuan rutin tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antaranggota DWP Kemenag Pinrang.
Dorong Perempuan Lebih Produktif
Melalui kegiatan tersebut, DWP Kemenag Kabupaten Pinrang diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kapasitas perempuan, mendorong kemandirian, serta membangun keluarga yang lebih berdaya dan sejahtera di tengah perkembangan teknologi.
Kegiatan pelatihan menjadi salah satu ruang bagi anggota untuk memperoleh keterampilan baru yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan peluang di era ekonomi digital. (*)
