GOWA, WartaMadani — Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Prof. Dr. H. M. Farid F. Saenong, Ph.D., resmi membuka Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cadika Limbung, Kabupaten Gowa, Rabu (2/9/2026).
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Prof. Farid membuka kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 2–5 September 2026, dengan menekankan pentingnya pendidikan kepramukaan sebagai ruang pembinaan generasi muda madrasah yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter, nilai keagamaan, dan semangat kebangsaan.
Pembukaan dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Gowa, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulsel, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, jajaran pejabat Kanwil Kemenag Sulsel, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulsel, pembina, pendamping, serta tamu undangan.
Nilai Agama dan Kebangsaan Harus Beriringan
Dalam amanatnya, Prof. Farid menekankan pentingnya membangun generasi muda yang mampu memadukan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan.
Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak cukup hanya menghasilkan generasi yang unggul secara akademik. Pendidikan juga harus membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak, mencintai bangsa, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Nilai-nilai yang terkait dengan kebangsaan harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan. Keduanya harus menjadi satu kesatuan dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat,” ujar Prof. Farid.
Ia menegaskan, nilai agama dan kebangsaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun generasi yang memiliki keimanan, integritas, rasa tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Anak-anak madrasah harus menjadi generasi yang kuat dalam nilai keagamaannya sekaligus memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Karena menjadi generasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana kita beragama, tetapi juga bagaimana kita hidup bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” jelasnya.
KPMP Jadi Ruang Pembentukan Karakter
Prof. Farid juga mengapresiasi pelaksanaan KPMP 2026 yang memasukkan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan dalam rangkaian kegiatan.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter karena nilai-nilai kepramukaan mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap peserta tidak hanya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, tetapi juga mengambil nilai dan pengalaman untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan kemah ini sebagai ruang belajar, ruang membangun persahabatan, ruang mengembangkan karakter, dan ruang untuk belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab,” pesannya.
Prof. Farid juga menyoroti kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, penguatan ekoteologi dalam KPMP 2026 menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Diikuti 2.389 Pramuka Madrasah
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel menyampaikan bahwa KPMP 2026 diikuti 2.389 peserta, terdiri atas 1.089 Pramuka Penggalang dan 1.300 Pramuka Penegak dari madrasah se-Sulawesi Selatan.
Jumlah tersebut didukung sekitar 2.800 bina damping dan unsur pendukung kegiatan lainnya.
Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada Bidang Pendidikan Madrasah, panitia provinsi dan Kabupaten Gowa, para pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam mempersiapkan dan menyukseskan KPMP 2026.
Menurutnya, kemah Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan berkumpul di alam terbuka, mendirikan tenda, maupun mengikuti perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, mandiri, jiwa kepemimpinan, dan rasa kebangsaan yang tinggi.
“KPMP Tahun 2026 merupakan kegiatan pertemuan besar dalam rangka pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang kuat, mandiri, serta memiliki rasa kebangsaan yang tinggi,” ujar Kakanwil.
Peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, literasi digital, kepemimpinan, kemandirian, kerja sama, serta penguatan nilai moral dan spiritual.
Penanaman Pohon Perkuat Pesan Lingkungan
Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, KPMP 2026 juga dirangkaikan dengan penanaman bibit pohon secara simbolis.
Penanaman dilakukan bersama Staf Khusus Menteri Agama, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Gowa, Kakanwil Kemenag Sulsel, Ketua Kwarda Sulsel, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku, serta Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi sekaligus pesan kepada generasi muda madrasah agar kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan.
Kakanwil juga mengajak peserta memanfaatkan KPMP untuk membangun persahabatan, belajar dari pengalaman, berani mencoba hal-hal baru, dan meningkatkan kemampuan diri.
“Jadilah Pramuka yang tidak hanya terampil dan tangguh, tetapi juga memiliki akhlak mulia, menghormati perbedaan, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pesannya.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga ketertiban, kesehatan, keamanan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan selama mengikuti kegiatan.
“Melalui kegiatan Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Tahun 2026 di Sulawesi Selatan, mari menjadi generasi yang beriman, berkarakter, mandiri, tangguh, dan siap menjaga alam serta mengabdi untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.
Melalui KPMP 2026, pendidikan kepramukaan di lingkungan madrasah diarahkan tidak hanya pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pada penguatan nilai keagamaan, kebangsaan, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sumber:sulsel.kemenag.go.id
