PINRANG, WartaMadani – Semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi sesama mengantarkan Asmega Masri meraih kesempatan tampil dalam forum akademik internasional. Abstrak karya ilmiahnya dinyatakan diterima (accepted) sebagai offline speaker/presenter pada The International Conference on Multidisciplinary Studies (ICoMS) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo bekerja sama dengan Asosiasi Lingua Terapan Indonesia (ALTI) Chapter Palopo.
Konferensi internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 26 November 2026, bertempat di Auditorium Phinisi UIN Palopo, Sulawesi Selatan, dengan format pelaksanaan hybrid. Kegiatan ini mengangkat tema "Artificial Intelligence, Language, and Multidisciplinary Transformation: Bridging Knowledge, Culture, and Society", yang mempertemukan dosen, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri dengan latar belakang disiplin keilmuan yang beragam.
Dalam konferensi tersebut, Asmega Masri yang membawa afiliasi Institut Cokroaminoto Pinrang akan mempresentasikan karya ilmiah berjudul "LOVE AI CLASS: Integrating Artificial Intelligence into Classroom Learning through Deep Learning and Deep Loving at MAN Pinrang."
Karya ilmiah ini mengangkat gagasan integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran di kelas dengan memadukan pendekatan Deep Learning dan Deep Loving. Gagasan tersebut menjadi ikhtiar untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tetap menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan kepedulian sebagai fondasi pendidikan.
Melalui gagasan LOVE AI CLASS, teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung bagi pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, interaktif, dan bermakna. Sementara itu, pendekatan Deep Learning mendorong peserta didik untuk memahami materi secara mendalam, kritis, dan reflektif, sedangkan Deep Loving mengingatkan bahwa pendidikan harus tetap dibangun di atas ketulusan, empati, dan hubungan positif antara guru dan peserta didik.
Bagi Asmega, penerimaan abstrak dalam konferensi internasional ini bukan sekadar pencapaian akademik atau kesempatan untuk tampil di hadapan peserta dari berbagai negara. Lebih dari itu, kesempatan tersebut merupakan ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membawa pulang pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan.
Ia berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh nantinya tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi dapat dibagikan kepada sesama pendidik.
"Saya berharap kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh ilmu dan pengalaman positif, bertemu dengan para akademisi dari berbagai latar belakang, serta memperluas wawasan tentang perkembangan pendidikan dan teknologi. Apa yang saya dapatkan nantinya ingin saya tularkan kepada rekan-rekan dosen dan guru, sekaligus menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa di perguruan tinggi maupun peserta didik di madrasah," ungkapnya.
Menurutnya, pendidik tidak boleh berhenti belajar hanya karena telah berada di depan kelas. Justru, perkembangan zaman menuntut guru dan dosen untuk terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kompetensi, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, ketika perkembangan teknologi kecerdasan buatan menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru. Pendidik dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam mengarahkannya agar tetap berorientasi pada pembentukan karakter, penguatan nilai, dan pengembangan potensi peserta didik.
Partisipasi dalam ICoMS 2026 diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata dalam memperkenalkan praktik dan gagasan inovasi pembelajaran yang berkembang di lingkungan pendidikan Kabupaten Pinrang, khususnya melalui integrasi teknologi AI, Deep Learning, dan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran di MAN Pinrang.
Baginya, keberhasilan seorang pendidik bukan semata-mata diukur dari banyaknya prestasi yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang dapat dibagikan kepada orang lain.
Sebab, pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mentransfer pengetahuan di dalam kelas, melainkan tentang menghadirkan manfaat yang lebih luas. Pendidik yang hebat bukan hanya mereka yang terus belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga mereka yang mampu menjadikan setiap ilmu dan pengalaman sebagai cahaya yang menerangi jalan belajar orang lain.
Terpisah, Plt. Kepala MAN Pinrang, H. Suharto, menyambut positif kesempatan yang diperoleh Asmega Masri untuk berpartisipasi dalam konferensi akademik internasional tersebut. Menurutnya, keikutsertaan pendidik dalam forum ilmiah berskala internasional merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas wawasan dunia pendidikan.
Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran di MAN Pinrang.
"Kami berharap kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pendidik di MAN Pinrang untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kompetensi diri. Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau AI, harus dapat dimanfaatkan secara bijak untuk menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas, kreatif, dan menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan," harap H. Suharto.
Lebih lanjut, ia berharap gagasan integrasi AI melalui pendekatan Deep Learning dan Deep Loving dapat dikembangkan serta dibagikan kepada rekan-rekan pendidik lainnya. Dengan demikian, prestasi dan pengalaman yang diperoleh seorang guru dapat menjadi sumber inspirasi bersama dalam mewujudkan madrasah yang terus berkembang dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan. (*)
