Luwu Utara — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengimbau petani di Kabupaten Luwu Utara untuk proaktif dan bergerak cepat mengajukan usulan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pesan Bupati ini disampaikannya secara langsung saat memimpin kegiatan panen raya di Desa Pengkajoang belum lama ini.

Di hadapan petani, Bupati Andi Rahim menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen penuh untuk memastikan sektor pertanian berjalan optimal, mulai ketersediaan air hingga produktivitas sawah yang terjaga.

“Apa yang menjadi kebutuhan kita, sampaikan dengan baik kepada PPL, nanti PPL teruskan ke Dinas Pertanian. Kalau bisa kita laksanakan di daerah, ya kita laksanakan. Tetapi kalau tidak bisa, kita laporkan ke pemerintah provinsi dan pusat,” imbau Andi Rahim.

Orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara ini menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petani dan pemerintah. Berbagai solusi strategis disiapkan, mulai penyediaan infrastruktur pengairan hingga mekanisasi pertanian modern.

Solusi ini, kata Bupati, sangat penting dilakukan, mengingat saat ini Luwu Utara dilanda kemarau yang diprediksi terjadi sampai bulan Januari 2027 mendatang. Sehingga berbagai langkah solutif mesti dilakukan, seperti penyediaan sumur bor untuk mengatasi kendala air, lengkap dengan dukungan kelistrikan jika diperlukan.

Bantuan pompa air melalui program pompanisasi juga menjadi solusi efektif untuk membantu mengairi lahan secara efisien. Termasuk juga pengadaan alsintan untuk menyesuaikan kebutuhan spesifik di lapangan agar kerja petani makin efektif.

“Intinya, pemerintah dan petani sekarang harus bekerja sama. Apa yang menjadi kebutuhan ta, secara maksimal kita akan berusaha untuk penuhi,” tambah Bupati Andi Rahim.

Ia menyarankan agar petani yang tergabung dalam kelompok tani yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana produksi pertanian agar tetap berkoordinasi dengan PPL di wilayah masing-masing. “Segera laporkan jenis kebutuhan alsintan atau infrastruktur pertanian lainnya, seperti sumur bor atau pompa air, kepada PPL setempat,” tegasnya.

“Nanti PPL ta yang akan meneruskan data kebutuhan tersebut secara berjenjang ke Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara, provinsi sampai ke pusat,” ucapnya menambahkan.

Dengan ketersediaan air yang memadai dan dukungan penuh dari pemerintah, panen raya di Desa Pengkajoang diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi kesejahteraan petani di seluruh wilayah Luwu Utara. (LHr)