PAREPARE, Selasa 22 September 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar inspeksi mendadak (sidak) gabungan bersama unsur TNI dan Polri pada Selasa malam (22/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah deteksi dini sekaligus upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Parepare.
Sidak gabungan melibatkan 116 personel, terdiri dari 31 personel Polres Parepare, 25 personel Brimob, 10 personel Kodim, serta 50 personel jajaran Lapas Parepare. Dari jajaran Lapas Parepare, kegiatan turut diikuti langsung oleh Kalapas, Kepala Seksi (Kasi), Kepala Subseksi (Kasubsi) dari jajaran Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), serta staf dan jajaran pengamanan lainnya.
Keterlibatan langsung unsur pimpinan dan pejabat struktural Lapas Parepare menunjukkan keseriusan dalam pelaksanaan kegiatan pengamanan. Seluruh unsur bergerak bersama untuk mendukung pelaksanaan sidak sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di dalam Lapas tetap terkendali.
Dalam pelaksanaan sidak, petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah area sebagai langkah deteksi dini terhadap keberadaan barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di lingkungan Lapas, di antaranya cas, batok cas, sajam buatan, kabel, besi, serta beberapa benda terlarang lainnya yang berpotensi disalahgunakan dan mengganggu keamanan dan ketertiban.
Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Slamet Paryanto, S.Pd., M.Si., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan kesiapan jajaran Polres Parepare untuk terus bersinergi dan memberikan dukungan dalam kegiatan pengamanan di Lapas Parepare.
“Kami bersama tim akan selalu siap dalam membantu kegiatan razia di Lapas Parepare,” ujar Kompol Slamet Paryanto.
Kalapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sidak gabungan merupakan bagian dari langkah nyata untuk memperkuat deteksi dini dan mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. Menurutnya, sinergi dengan TNI dan Polri sangat penting untuk memperkuat sistem pengamanan serta memastikan Lapas Parepare tetap dalam kondisi aman dan kondusif.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan deteksi dini dan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Sinergi dengan TNI dan Polri menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan Lapas. Kami juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberikan ruang bagi masuknya barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” tegas Marten.
Sebagai tindak lanjut, seluruh barang hasil razia yang ditemukan langsung dimusnahkan. Pemusnahan tersebut dilakukan sebagai langkah pengamanan untuk memastikan barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban tidak kembali beredar atau disalahgunakan di lingkungan Lapas.
Pelaksanaan sidak gabungan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara Lapas Parepare, TNI, dan Polri dalam memperkuat keamanan dan ketertiban. Lapas Parepare berkomitmen untuk terus melakukan langkah preventif dan deteksi dini serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. (*)
