PAREPARE — Di balik seragam cokelat yang dikenakannya setiap hari sebagai anggota Polri, tersimpan sebuah pengabdian lain yang mungkin belum banyak diketahui publik. Adalah Aiptu Munawir, personel Polsek Ujung Polres Parepare yang sehari-hari bertugas di bagian Propam. Selain menjalankan tugas kepolisian, ia memilih mengabdikan sebagian besar waktunya untuk membina generasi muda melalui olahraga, khususnya sepak bola.

 Bagi Aiptu Munawir, lapangan hijau bukan sekadar tempat mengejar kemenangan atau mencetak gol. Lebih dalam dari itu, lapangan menjadi ruang pendidikan karakter: tempat menumbuhkan disiplin tinggi, semangat sportivitas, kerja keras bergotong royong, sekaligus membuka jalan bagi anak-anak dari lingkungan sederhana untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan terhormat.

 Membangun Rumah Bagi Bakat Anak Kampung Sejak 2023

 Kepedulian itu mulai diwujudkannya secara terstruktur sejak tahun 2023. Ia mendirikan dan secara aktif membina anak-anak usia pelajar melalui SSB Garuda Sakti Soccer School, sebuah wadah pembinaan sepak bola usia dini dan remaja yang kini berdomisili di wilayah Pao, Kabupaten Pinrang.

 Saat ini tercatat sedikitnya 20 pelajar setia menjadi anak didiknya. Berbekal lisensi resmi sebagai pelatih sepak bola usia remaja, setiap kali turun ke lapangan Aiptu Munawir tidak hanya mengajarkan teknik mengoper, menendang, atau menjaga pertahanan. Lebih dari itu, ia tanamkan nilai-nilai kehidupan: bahwa kalah harus tetap terhormat, menang harus tetap rendah hati, dan kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil.

 Dari Kampung Halaman, Menembus Panggung Nasional Berskala 6 Negara

 Salah satu pencapaian yang paling membanggakan dari proses panjang pembinaan itu terjadi pada tahun 2025. Saat itu, dengan penuh perjuangan dan persiapan matang, Aiptu Munawir berhasil membawa anak didiknya tampil dalam ajang bergengsi Event Nasional Bali 7Seven.

 Tidak hanya sekadar ikut bertanding, anak-anak binaannya terpilih untuk tampil mewakili Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka mendapatkan kesempatan emas bertanding dalam event berskala nasional yang diikuti oleh peserta dari enam negara berbeda. Pengalaman melihat dunia luar, berjumpa teman dari berbagai daerah dan mancanegara, serta menguji kemampuan di panggung besar menjadi momen yang tidak ternilai harganya bagi pertumbuhan mental dan karakter para pemain muda.

 Bagi Aiptu Munawir sendiri, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang yang sejak awal memang ingin dibangunnya. Ia mengaku, segala langkah yang ia lakukan berangkat dari keprihatinan mendalam atas pengalaman masa kecilnya sendiri. 

“Dulu kami saat kecil banyak yang pandai sepak bola, namun tidak ada yang bisa melatih dan memberikan jalan keluar. Bakat terbuang percuma begitu saja. Karena itulah saya merasa terpanggil untuk mendidik dan melatih anak-anak sekarang, memberikannya jalan serta kesempatan seluas-luasnya untuk berprestasi,” ujar Aiptu Munawir saat dikonfirmasi secara resmi, Selasa (11/8/2026).

 Menurutnya, kesempatan mendapatkan pembinaan yang terstruktur, berkualitas, dan berada di bawah naungan organisasi resmi adalah sesuatu yang sangat mahal harganya bagi anak-anak yang sejak kecil sudah menunjukkan bakat. Ia pun berharap SSB yang dibinanya dapat terus menjadi rumah aman bagi anak-anak untuk menyalurkan energi positif, menghindarkan mereka dari pengaruh buruk pergaulan, sekaligus membuka peluang mengukir prestasi. 

“Harapan saya tidak muluk-muluk. Hanya ingin melihat bakat-bakat anak-anak kami dapat tersalurkan dengan benar. Semoga dari sini akan lahir atlet-atlet sepak bola berbakat di masa depan yang suatu saat bisa mengharumkan nama daerah, bahkan nama bangsa di mata dunia,” harapnya sederhana namun penuh makna.

 Tak Hanya Sepak Bola: Jaga Mimpi Lewat Catur dan Bridge

 Menariknya, kiprah Aiptu Munawir dalam membina generasi muda ternyata jauh lebih luas dari sekadar lapangan hijau. Personel Polsek Ujung tersebut juga tercatat aktif sebagai bagian dari kepengurusan Percasi Parepare (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) dan Bridge Parepare.

 Di dua cabang olahraga yang mengasah otak dan konsentrasi tinggi itu, ia turut berkontribusi aktif melakukan pembinaan atlet pemula. Hasilnya tidak main-main: beberapa kali ia berhasil membawa atlet catur dan bridge binaan Kota Parepare untuk tampil dan bersaing dalam event regional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

 Dedikasi lintas cabang olahraga tersebut memperlihatkan satu gambaran jelas: pengabdian seorang anggota Polri tidak selalu hadir dalam bentuk operasi penegakan hukum, penangkapan pelaku kejahatan, atau pelayanan administrasi di kantor. Ada pula pengabdian yang dilakukan secara senyap, sabar, dan berkelanjutan melalui pembinaan karakter generasi muda agar tidak tersesat ke jalan yang salah.

 Semangat Kemerdekaan, Semangat Membangun Generasi Pelanjut

 Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di tahun 2026 ini terasa semakin relevan dan menemukan maknanya yang mendalam dalam setiap langkah yang dilakukan Aiptu Munawir.

 Bagi banyak orang, kemerdekaan sering kali hanya dimaknai sebagai sejarah masa lalu bangsa yang terbebas dari penjajahan fisik. Namun lewat apa yang ia lakukan, makna kemerdekaan diperbarui: kemerdekaan adalah kesempatan setara bagi setiap anak bangsa — tanpa memandang asal usul dan latar belakang ekonomi — untuk tumbuh, mengembangkan potensi diri, dan mengukir prestasi setinggi mungkin.

 Apa yang dilakukannya juga menjadi contoh sederhana namun sangat nyata bagaimana semboyan “Polri untuk Masyarakat” tidak sekadar menjadi jargon di spanduk, melainkan dapat diwujudkan lewat tindakan-tindakan kecil yang konsisten. Di balik tugas rutinnya sebagai anggota Propam Polsek Ujung yang dituntut tegas dan adil menegakkan disiplin internal, terdapat sisi lain pengabdian yang mungkin luput dari sorotan publik: Aiptu Munawir memilih untuk mengabdi dengan caranya sendiri — menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui tugas kedinasan, sekaligus menjaga masa depan generasi muda melalui sentuhan hangat pembinaan olahraga. 

 Lebih jauh dari sekadar mencetak pesepak bola atau atlet catur dan bridge yang jago bertanding, sesungguhnya ia sedang ikut menyiapkan generasi pelanjut bangsa yang disiplin, tangguh mental, menjunjung tinggi sportivitas, dan memiliki mimpi besar untuk mengharumkan nama daerah serta nama Indonesia di masa yang akan datang. (***)