MAJENE — Sebanyak 45 perahu Sandeq memacu layar dalam Lomba Segitiga Sandeq 2026 di perairan Pantai Lakkadding, Desa Limbua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sabtu (5/9/2026).

Puluhan perahu tradisional khas Mandar tersebut ambil bagian dalam babak penyisihan yang dibagi menjadi tiga race. Para peserta beradu kecepatan sekaligus ketangkasan mengendalikan Sandeq di perairan Lakkadding.

45 Sandeq Terbagi dalam Tiga Race

Lomba yang diselenggarakan Lamboriq Community itu berlangsung semarak dengan perhatian masyarakat di sekitar kawasan pantai.

Memasuki babak penyisihan, 45 perahu Sandeq dibagi ke dalam tiga race. Para peserta menunjukkan kemampuan masing-masing dalam mengendalikan perahu tradisional Mandar tersebut untuk melaju di lintasan perlombaan.

Lomba Segitiga Sandeq menjadi salah satu ruang untuk mempertahankan eksistensi perahu tradisional masyarakat Mandar sekaligus memperkenalkan warisan maritim tersebut kepada masyarakat.

Rangkaian perlombaan tahun ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan puluhan perahu.

Polairud Kawal Perlombaan di Perairan

Di tengah jalannya kompetisi, Satuan Polairud Polres Majene menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan di sepanjang area kegiatan. Pengamanan dipimpin Kasat Polairud Polres Majene IPTU Armin dengan melibatkan personel Polsek Sendana.

Personel melakukan pemantauan situasi selama perlombaan sekaligus memastikan aktivitas di sekitar lokasi berlangsung tertib dan aman.

Kehadiran aparat juga diarahkan untuk memberikan rasa aman kepada peserta maupun masyarakat yang menyaksikan perlombaan dari kawasan Pantai Lakkadding.

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mendukung kegiatan masyarakat, khususnya agenda bahari yang melibatkan aktivitas di wilayah perairan.

Dengan pengamanan Polairud Polres Majene bersama Polsek Sendana, rangkaian Lomba Segitiga Sandeq 2026 diharapkan dapat berlangsung aman dan kondusif hingga seluruh agenda perlombaan selesai. (*)