SIDRAP — Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menghasilkan ruang pembinaan yang mengantarkan generasi muda berkompetisi hingga tingkat nasional.
Salah satu hasilnya terlihat dari capaian 16 peserta didik SMAN 2 Sidrap yang berhasil meraih juara tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Atas prestasi tersebut, mereka mendapat undangan khusus dari MPR RI untuk mengikuti Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) di Jakarta.
Kabar tersebut disampaikan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat menghadiri malam penutupan rangkaian HUT ke-81 RI di Mogan, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Ahad malam (23/8/2026).
Syaharuddin menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati kemerdekaan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun mental generasi muda.
“16 anak kita dari SMAN 2 yang juara tingkat provinsi ini diundang khusus oleh MPR RI. Semuanya dibiayai. Ini bukti anak kita sudah bisa bertanding di level nasional,” ungkapnya.
HUT RI Jadi Ruang Mengasah Mental
Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Sidrap berlangsung sejak 1 hingga 23 Agustus 2026. Kegiatan dimulai dari tingkat kecamatan pada 1–17 Agustus, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian tingkat kabupaten pada 18–23 Agustus.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari lomba olahraga, gerak jalan hingga pentas seni. Menurut Syaharuddin, rangkaian tersebut sengaja menjadi ruang bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman dan membangun mental sebelum menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Sekaligus untuk acara kabupatennya kita uji nyali anak kita, kita uji mentalnya. Kita persiapkan acara berkontes yang panjang agar anak-anak kita lebih kuat menghadapi agenda selanjutnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, tujuan kegiatan bukan semata-mata mengejar piala atau hadiah. Lebih penting, kegiatan tersebut diharapkan membentuk generasi muda yang memiliki mental kuat, akhlak baik dan kemampuan berkompetisi.
“Bukan soal berapa panjang, berapa tinggi pialanya, berapa hadiahnya. Anak kita dan kita semua sudah berkorban tenaga pikiran agar generasi muda Sidrap mentalnya baik, akhlaknya baik, dan bisa berkompetisi di tingkat lebih tinggi,” katanya.
Capaian peserta didik SMAN 2 Sidrap menjadi salah satu contoh hasil dari pembinaan tersebut. Kesempatan mengikuti LKBB di MPR RI sekaligus membuka pengalaman baru bagi generasi muda Sidrap untuk tampil di level nasional.
Juara Kesenian Disiapkan ke Tingkat Lebih Tinggi
Selain prestasi baris-berbaris, Syaharuddin juga meminta agar prestasi dari cabang kesenian mendapat pembinaan lanjutan.
Ia meminta juara pertama setiap lomba kesenian dipersiapkan untuk mewakili Sidrap pada tingkat provinsi hingga nasional tanpa harus kembali mengikuti proses seleksi ulang.
Perhatian juga diberikan terhadap lomba Senam Saromase. Syaharuddin meminta video penampilan juara pertama diperbaiki dan dipublikasikan agar senam tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, khususnya pelajar.
“Tadi ada sedikit pakai lagu daerah lain itu dihapus. Supaya senam kita punya ciri khas sendiri: Senam Saromase Sidenreng Rappang. Nanti semua anak SD, SMP, SMA senamnya pakai itu. Akhirnya anak-anak kita kenal senam kita sendiri,” pesannya.
Syaharuddin juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Ia menyebut kegiatan HUT RI di tingkat kecamatan hingga kabupaten terlaksana melalui swadaya masyarakat tanpa menggunakan APBD.
“Sarana dan fasilitas semuanya dilakukan secara swadaya. Ini bukti tanpa APBD pun kita bisa jalan, bergerak,” pungkasnya.
Malam penutupan dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kajari Ady Kusumo Wibowo, Sekda Andi Rahmat Saleh, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa dan undangan lainnya.
Ketua Panitia Andi Nirwan melaporkan, rangkaian tingkat kabupaten berlangsung selama enam hari dengan berbagai lomba olahraga dan pentas seni. Malam penutupan sekaligus dirangkaikan dengan pengumuman para juara dari masing-masing cabang lomba.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan di Sidrap tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berlatih, berkompetisi dan membawa prestasi daerah ke tingkat yang lebih tinggi. (*)
